Jelas terlihat bahwa sang direktor tidak ingin film Eragon ini mirip LOTR. Sebagai catatan bahwa novelnya mendapat kritikan banyak mengadaptasi setting yang dibuat oleh Tolkien! Yang sayangnya ketimbang mengambil setting yang sama, Paolini berusaha mengubah sedikit, sehingga terlihat terlalu banyak kemiripan.
Ketimbang ‘menantang’ dunia LOTR dengan penggambaran yang mungkin dikhawatirkan lebih jelek, akibatnya malah meninggalkan pernak-pernik dunia. Jadi wajar ketika film ini ingin mengutamakan sang naga dan penunggangnya ketimbang yang lain-lain. Konyolnya, filmnya malah terlihat kehilangan konteks!
Lihat aja tokoh-tokoh Elf, Dwarf, Urgal digambarkan secara ‘asal’. Ujung kuping yang meruncing pada Arya, tokoh buntet Orik, dilupakan begitu saja! Urgal? Banyak orang bilang, ras ini akan mirip dengan Orc atau Uruk Hai. Nyatanya, lebih terlihat kaya’ orang-orang Bar-Bar saja. Hal-hal yang menarik di dunia Eragon di layar bioskop hanyalah: pemandangan yang lumayan indah, penampakan Ra’zac yang cukup ‘magic’, sedikit scene pertempuran yang boleh lah.
Ok, sekarang kita lihat dari para aktornya… Satu-satunya yang menarik adalah… Saphira herself! :) Edward Speleers jelas gak bisa akting blas! :( Ouch… Jeremy Iron? Dia salah pilih film kali yah :))… Yang lain? Halahhh…
Gimana dengan ceritanya? Jangan berharap sama dengan novelnya deh! Ironisnya ketika pingin keluar dari skenario yang ada di buku, film ini alurnya malah ngawur! Pacingnya juga gak jelas :(. Aih…
Ya sudah lah, emang secara keseluruhan, sangat mengecewakan!
-…-